TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM)
Kualitas
bisa dikatakan sebuah obat kuat yang digunakan untuk meningkatkan manajemen operasi.
Pengelolaan kualitas membantu membangun strategi diferensiasi, biaya rendah, dan respon. Kualitas juga faktor
penentu keberhasilan bagi perusahaan-perusahaan. Peningkatan kualitas membantu
perusahaan meningkatkan penjualan dan mengurangi biaya yang kemudian akan
meningkatkan keuntungan.
Peningkatan penjualan sering terjadi saat perusahaan
mempercepat respon, menurunkan harga
jual, dan meningkatkan reputasi mereka melalui produk-produk yang
berkualitas. Sebuah penelitian menemukan bahwa Perusahaan dengan kualitas
terbaik, dapat lima kali lebih produktif di bandingkan dengan perusahaan dengan
kualitas yang rendah.
Kualitas
yang rendah berpengaruh terhadap organisasi secara keseluruhan, mulai dari
pemasok sampai ke pelanggan, dan dari desain produk sampai pemeliharaan. Suatu
alat yang digunakan organisasi untuk mencapai Kualitas terbaik diantaranya
menggunakan aktivitas Total Quality Management (TQM). Dalam
pengertian mengenai organisasi TQM, penekanan utama adalah pada mutu yang
didefinisikan dengan mengerjakan segala sesuatu dengan baik sejak awal dengan
tujuan untuk memenuhi kepuasan pelanggan.
A. Definisi Kualitas
Menurut Jay Heizer dkk, yang mengadopsi
juga dari American Society for Quality kualitas didefinisikan sebagai
fitur dan karakteristik yang lengkap dari produk atau jasa yang mengandalkan
kemampuannya untuk mencapai kepuasan atau memenuhi kebutuhan pelanggan.
Kualitas terbagi dalam tiga pendekatan. (1) pendekatan kualitas berbasis pengguna, kualitas ini tergantung audiensnya. Divisi pemasaran menyukai pendekatan tersebut dan melakukannya kepada pelanggan, mereka menyatakan bahwa kualitas yang tinggi berarti mempunyai performa yang tinggi, fitur yang lebih bagus, dan peningkatan yang lain (biasanya dalam harga, menjadi lebih mahal). (2) pendekatan berbasis manufaktur, manajer produksi percaya bahwa kualitas berarti sesuai dengan standar operasional dan membuat langkah yang benar sejak pertamakalinya. (3), pendekatan berbasis produk, dimana kualitas dipandangg sebagai sesuatu yang tepat dan terukur.
Proses pendekatan tersebut harus dilakukan semuanya, yang berarti kualitas harus diidentifikasi melalui peneliti (berbasis pengguna), kemudian dilanjutkan ke dalam produk tertentu (berbasis produk), lalu dalam proses manufaktur dipastikan produk dibuat sesuai spesifikasi. Mengabaikan salah satu dari proses tersebut tidak akan menghasilkan produk yang berkualitas. Karena tujuan manajemen operasi adalah untuk membangun sistem manajemen yang berkualitas dengan mengidentifikasi dan memuaskan kebutuhan pelanggan. Berikut cara kualitas meningkatkan keuntungan :
Kualitas terbagi dalam tiga pendekatan. (1) pendekatan kualitas berbasis pengguna, kualitas ini tergantung audiensnya. Divisi pemasaran menyukai pendekatan tersebut dan melakukannya kepada pelanggan, mereka menyatakan bahwa kualitas yang tinggi berarti mempunyai performa yang tinggi, fitur yang lebih bagus, dan peningkatan yang lain (biasanya dalam harga, menjadi lebih mahal). (2) pendekatan berbasis manufaktur, manajer produksi percaya bahwa kualitas berarti sesuai dengan standar operasional dan membuat langkah yang benar sejak pertamakalinya. (3), pendekatan berbasis produk, dimana kualitas dipandangg sebagai sesuatu yang tepat dan terukur.
Proses pendekatan tersebut harus dilakukan semuanya, yang berarti kualitas harus diidentifikasi melalui peneliti (berbasis pengguna), kemudian dilanjutkan ke dalam produk tertentu (berbasis produk), lalu dalam proses manufaktur dipastikan produk dibuat sesuai spesifikasi. Mengabaikan salah satu dari proses tersebut tidak akan menghasilkan produk yang berkualitas. Karena tujuan manajemen operasi adalah untuk membangun sistem manajemen yang berkualitas dengan mengidentifikasi dan memuaskan kebutuhan pelanggan. Berikut cara kualitas meningkatkan keuntungan :
Tools yang digunakan untuk mencapai Total Quality Management
B. Implikasi Kualitas
Kualitas
merupakan elemen penting bagi perusahaan, berikut tiga alasan mengapa kualitas
tersebut penting :
- Reputasi Perusahaan
Kualitas
organisasi dapat mengandalkan reputasinya untuk kualitas, menjadi bagus atau
tidaknya tergantung perusahaan itu sendiri. Kualitas akan muncul dalam persepsi
produk baru perusahaan, praktik pegawai, dan hubungan dengan supplier. Promosi
diri bukanlah pengganti produk yang berkualitas.
- Kewajiban Produk
Pengadilan berusaha menghukum
organisasi-organisasi yang merancang, memproduksi, atau mengedarkan produk atau
jasa yang penggunaannya mengakibatkan kerusakan atau kecelakaan.
- Implikasi Global
Pada zaman teknologi, kualitas merupakan suatu perhatian di lingkup internasional. Di era ekonomi global, produk harus memenuhi kualitas global, desain yang menarik, dan harga yang terjangkau. Produk yang tidak lebih baik dari pesaing dapat menurunkan pendapatan perusahaan
C. ISO 9000 Sebagai Standar Kualitas Internasional
ISO 9000 adalah standar kualitas yang dikembangkan oleh The International Organization for Standardization (ISO). Berfokus meningkatkan kesuksesan melalui delapan prinsip manajemen mutu yaitu : (1) kepemimpinan manajer utama, (2) kepuasan pelanggan, (3) peningkatan yang berkelanjutan, (4) keterlibatan orang-orang, (5) proses analisis, (6) penggunaan pengambilan keputusan berdasarkan data, (7) pendekatan sistem terhadap manajemen, (8) hubungan antar pemasok yang saling menguntungkan.
Standar ISO mendorong pembentukan kualitas prosedur manajemen, dokumentasi yang jelas, instruksi pekerjaan, dan pencatatan yang lengkap. Seperti Balridge Awards, penilaiannya meliputi penilaian diri dan identifikasi masalah. Namun tidak seperti Balridge, sertifikasi ISO untuk organisasi harus diperiksa ulang setiap tiga tahun.
C. ISO 9000 Sebagai Standar Kualitas Internasional
ISO 9000 adalah standar kualitas yang dikembangkan oleh The International Organization for Standardization (ISO). Berfokus meningkatkan kesuksesan melalui delapan prinsip manajemen mutu yaitu : (1) kepemimpinan manajer utama, (2) kepuasan pelanggan, (3) peningkatan yang berkelanjutan, (4) keterlibatan orang-orang, (5) proses analisis, (6) penggunaan pengambilan keputusan berdasarkan data, (7) pendekatan sistem terhadap manajemen, (8) hubungan antar pemasok yang saling menguntungkan.
Standar ISO mendorong pembentukan kualitas prosedur manajemen, dokumentasi yang jelas, instruksi pekerjaan, dan pencatatan yang lengkap. Seperti Balridge Awards, penilaiannya meliputi penilaian diri dan identifikasi masalah. Namun tidak seperti Balridge, sertifikasi ISO untuk organisasi harus diperiksa ulang setiap tiga tahun.
Pembaharuan terkini standar ISO adalah
ISO 9001:2015, dengan mengikuti struktur tersebut, membuat lebih kompatibel
dengan sistim manajemen lainnya. Versi terbaru ini memberikan penekanan lebih
besar pada pemikiran berbasis resiko, mencoba untuk mencegah hal yang tidak
diinginkan. Lebih
dari sejuta sertifikat yang telah diberikan kepada perusahaan di 206 negara, termasuk 30,000 bisnis global
di U.S. penting bagi perusahaan untuk dapat disertifikasi dan terdaftar di ISO.
D. Biaya Kualitas / Cost of Quality (COQ)
Terdapat empat kategori utama biaya yang dikaitkan dengan kualitas. Disebut Cost of Quality (COQ) yaitu :
D. Biaya Kualitas / Cost of Quality (COQ)
Terdapat empat kategori utama biaya yang dikaitkan dengan kualitas. Disebut Cost of Quality (COQ) yaitu :
a. Biaya Pencegahan
Merupakan biaya yang terkait dengan mengurangi kemungkinan terdapat
komponen barang atau jasa yang cacat. (Contoh: pelatihan, program peningkatan
kualitas).
b. Biaya Penaksiran
Merupakan biaya yang terkait dengan evaluasi barang,
proses, komponen, dan jasa. (Contoh:
biaya pengujian, laboraturium, dan pemeriksa atau pengawas).
c. Biaya Internal
Merupakan biaya yang diakibatkan dari produksi barang atau
jasa yang rusak sebelum dikirimkan ke pelanggan. (Contoh: pengerjaan kembali, scrapt,
dan waktu tunggu akibat mesin rusak).
d. Biaya Eksternal
Merupakan biaya yang terjadi setelah pengiriman barang atau jasa yang rusak.
(Contoh: pengerjaan kembali, retur barang, kewajiban, kehilangan kepercayaan,
biaya untuk masyarakat).
Tiga biaya pertama (Pencegahan, Penilaian, dan
Internal) dapat diperkirakan, namun untuk
biaya eksternal sulit untuk dihitung.
E. Etika dan Pengelolaan Kualitas
Bagi seorang manajer operasi, memberikan produk dan jasa yang
sehat, aman, dan berkualitas kepada
pelanggan adalah salah satu pekerjaan yang terpenting. Kurangnya proses desain
dan produksi, pengembangan produk-produk berkualitas rendah tidak hanya
mengakibatkan biaya produksi yeng lebih tinggi tetapi juga dapat menimbulkan
kecelakaan, tuntutan hukum, dan bertambahnya peraturan pemerintah.
Perusahaan manufaktur harus menerima tanggung jawab untuk
setiap produk berkualitas rendah atau produk-produk yang terkontaminasi yang
mereka pasarkan kepada masyarakat.
Terdapat banyak pihak berkepentingan yang terlibat
dalam produksi dan pemasaran
produk-produk berkualitas rendah, termasuk pemegang saham, para pekerja,
pelangan, pemasok, distributor dan kreditor. Dalam hal etika, setiap perusahaan
harus mengembangkan nilai yang menjadi panduan sehari-hari untuk semuanya mulai
dari CEO sampai ke karyawan lini produksi.
F. Total Quality Management
(TQM) mengacu pada penekanan kualitas yang meliputi organisasi keseluruhan, mulai dari pemasok hingga pelanggan. TQM menekankan komitmen manajemen untuk mendapatkan arahan perusahaan yang ingin terus meraih keunggulan dalam semua aspek produk dan jasa yang penting bagi pelanggan. Memenuhi ekspektasi pelanggan membutuhkan penekanan pada TQM jika perusahaan akan bersaing sebagai pemimpin di pasar dunia.
Tujuh konsep program TQM yang efektif yaitu : (1) perbaikan berkelanjutan, (2) Six Sigma, (3) pemberdayaan karyawan, (4) benchmarking/tolok ukur, (5) just-in-time (JIT)/tepat waktu, (6) konsep Taguchi, dan (7) pemahaman alat TQM. Berikut uraiannya :
F. Total Quality Management
(TQM) mengacu pada penekanan kualitas yang meliputi organisasi keseluruhan, mulai dari pemasok hingga pelanggan. TQM menekankan komitmen manajemen untuk mendapatkan arahan perusahaan yang ingin terus meraih keunggulan dalam semua aspek produk dan jasa yang penting bagi pelanggan. Memenuhi ekspektasi pelanggan membutuhkan penekanan pada TQM jika perusahaan akan bersaing sebagai pemimpin di pasar dunia.
Tujuh konsep program TQM yang efektif yaitu : (1) perbaikan berkelanjutan, (2) Six Sigma, (3) pemberdayaan karyawan, (4) benchmarking/tolok ukur, (5) just-in-time (JIT)/tepat waktu, (6) konsep Taguchi, dan (7) pemahaman alat TQM. Berikut uraiannya :
1.
Perbaikan Berkesinambungan
Total Quality Management membutuhkan perbaikan berkesinambungan
yang mencakup orang, peralatan, pemasok, bahan, dan prosedur. Dasar filosofi
ini adalah setiap aspek dari operasi perusahaan dapat diperbaiki. Tujuan akhir-nya
adalah kesempurnaan, yang tidak akan pernah dapat diraih, tetapi selalu
diupayakan.
Walter Shewhart, salah satu pelopor manajemen kualitas.
Beliau mengembangkan sebuah model lingkaran yang dikenal
sebagai PDCA (plan, do, check, act) yang menurutnya adalah suatu perbaikan
berkesinambungan versinya sendiri.
Ø Plan
(perencanaan), mengidentifikasi masalah dan membuat rencana.
Ø Do
(pelaksanaan), menguji rencana.
Ø Check
(pengecekan), apakah rencananya berjalan?
Ø
Act (tindakan), mengimplementasikan rencana dokumen.
Bangsa Jepang menggunakan kata Kaizen untuk
menggambarkan proses yang sedang berjalan dari perbaikan yang tiada akhir, perencanaan,
dan pencapaian tujuan yang lebih tinggi. AS, TQM disebut juga zero defects, atau
tanpa kerusakan, juga digunakan untuk menggambarkan perbaikan yang
berkelanjutan. Manager operasional adalah memiliki peran kunci dalam membangun
budaya kerja yang mendukung perbaikan berkesinambungan.
2. Six Sigma
Istilah Six Sigma (Sigma enam), dipopulerkan oleh Motorola,
Honeywell dan General Electric memiliki dua arti dalam TQM. Pertama dalam arti
statistik, menggambarkan proses barang atau jasa dengan kapabilitas yang sangat
tinggi. Kedua, Six Sigma adalah program yang direncanakan untuk mengurangi
cacat, meningkatkan kualitas, menghemat waktu, dan meningkatkan kepuasan
pelanggan. Six Sigma adalah sistem yang komprehensif, sebuah strategi, disebuah
disiplin dan seperangkat alat untuk meraih dan mempertahankan kesuksesan
bisnis.
Ø Merupakan
strategi karena berfokus pada kepuasan pelanggan secara keseluruhan.
Ø Merupakan
disiplin karena mengikuti model perbaikan Six Sigma yang dikenal dengan DMAIC.
Lima langkah model proses perbaikan (1) menentukan (Defines)
tujuan proyek,
cakupan, dan hasil lalu identifikasi
informasi yang dibutuhkan, dengan menimbang definisi kualitas dari
pelanggan; (2) mengukur (Measures)
proses dan pengumpulan data; (3) menganalisis (Analyzes)
data, memastikan berulangkali (hasilnya terdapat duplikasi) dan
reprodusibilitas (yang lain mendapatkan hasil yang sama); (4) perbaikan (Improves),
dengan memodifikasi atau merancang ulang, prosedur dan proses yang ada; dan (5)
mengendalikan (Control)
proses yang baru untuk memastikan tingkat kinerja dipertahankan.
Ø Merupakan
tujuh alat yang diperkenalkan
secara ringkas yaitu;
lembar periksa, diagram pencar, diagram akibat dan akibat, grafik pareto,
diagram alur, histogram dan pengendalian proses analistik.
Implementasi Six Sigma, Six sigma merupakan sebuah
komitmen yang besar, kesungguhan, program Six Sigma yang berhasil di setiap
perusahaan, mulai dari GE sampai ke Motorola ke DuPont ke Texas Instrument,
membutuhkan komitmen waktu utama, terutama mulai dari manajemen puncak.
Pemimpin-pemimpin tersebut harus memformulasikan rencana, mengomunikasikan
buy-in mereka dan tujuan perusahaan serta mengambil peran yang jelas dalam
menetapkan contoh bagi yang lain.
3. Pemberdayaan
Karyawan
Pemberdayaan karyawan berarti
melibatkan pekerja pada setiap langkah proses
produksi. Secara konsisten, literatur bisnis menyatakan 85% permasalahan
kualitas terletak pada bahan dan proses,
bukan pada kinerja pekerja. Oleh karena itu, tugas yang diperlukan adalah
merancang peralatan dan proses yang dapat memproduksi kualitas yang diinginkan.
Mereka yang berhubungan dengan sistem sehari-hari akan memahami lebih baik dari
yang tidak sama sekali.
Teknik untuk memberdayakan karyawan yaitu : (1) membangun
jaringan komunikasi yang melibatkan karyawan, (2) mengembangkan pengawas yang
bersikiap terbuka dan mendukung, (3) memindahkan tanggungjawab dari manajer dan
staff kepada karyawan di bagian produksi, (4) membangun organisasi dengan moral
yang tinggi.
Lingkaran kualitas (Quality Circle)
adalah kelompok karyawan yang bertemu secara regular untuk memecahkan masalah
pekerjaan. Anggota menerima pelatihan dalam perencanaan grup, penyelesaian
masalah dan pengendalian kualitas secara statistik. Meskipun anggota-anggota
tersebut tidak diberikan penghargaan secara finansial, mereka menerima
pengakuan dari perusahaan. Anggota tim yang terlatih, disebut sebagai
fasilitator, biasanya membantu untuk melatih anggota dan membuat pertemuan
berjalan dengan lancar. Tim dengan fokus yang bagus telah membuktikan menjadi
cara yang efektif biaya untuk meningkatkan produktifitas dan juga kualitas.
4.
Tolok Ukur / Benchmarking
Benchmarking merupakan bahan lain didalam program TQM suatu
organisasi. Tolok ukur melibatkan pemilihan standar barang, jasa, biaya, atau
praktik yang mewakili kinerja yang paling baik untuk proses atau aktivitas
sangat serupa dengan milik sendiri. Idenya adalah untuk mengembangkan target
dimana untuk ditarget lalu mengembangkan standar atau tolok ukur terhadap apa
yang akan dibandingkan dengan kinerja.
Berikut langkah-langkah untuk mengembangkan tolok ukur :
a. Menentukan apa yang akan
dijadikan tolok ukur
b. Membentuk
tim untuk tolok ukur
c. Mengidentifikasi
rekan tolok ukur
d. Mengumpulkan
dan menganalisis informasi tolok ukur
e. Mengambil
tindakan untuk menyamai atau melampaui
tolok ukur.
Ukuran-ukuran kinerja umum yang
digunakan dalam tolok ukur meliputi persentase cacat, biaya per unit atau per
pesanan, waktu proses per unit, waktu respon layanan, imbal hasil atas
investasi, tingkat kepuasan pelanggan, dant tingkat retensi pelanggan.
Internal Benchmarking, tolok
ukur internal dilakukan saat sebuah organisasi cukup dan memiliki banyak divisi
atau unit bisnis. Data biasanya jauh lebih mudah diakses daripada data dari
luar perusahaan. satu
unit internal yang memiliki kinerja lebih tinggi dan dapat dipelajari.
5. Tepat Waktu / Just
in Time (JIT)
Konsep JIT merupakan suatu perbaikan berkelanjutan dan menekan
penyelesaikan masalah. Sistem JIT dirancang untuk menghasilkan atau mengirim
barang pada saat dibutuhkan. JIT berkaitan dengan kualitas dalam tiga cara
sebagai berikut:
a. JIT
memotong biaya kualitas. Hal ini terjadi karena bahan sisa, pengerjaan kembali,
investasi persediaan dan biaya akibat barang yang rusak berkaitan langsung
dengan persediaan yang ada. Karena terdapat persediaan yang dimilki lebih
rendah dengan JIT. Sebagai tambahan persediaan menyembunyikan kualitas yang
buruk, dimana JIT kemudiaan mengekspos kualitas yang buruk.
b.
JIT meningkatkan Kualitas. Karena mengurangi waktu tunggu,
menyimpan bukti kesalahan dan membatasi jumlah sumber kesalahan potensial. Oleh
karena itu, JIT menciptakan sebuah sistem peringatan akan adanya permasalahan
kualitas, baik dalam perusahaan maupun dengan para pemasok.
c.
Kualitas yang lebih baik berarti terdapat persediaan yang
lebih sedikit dan lebih baik. Cara ini lebih mudah untuk menggunakan sistem
JIT. Tujuan penyimpanan persediaan adalah untuk melindungi kinerja produksi
yang buruk yang disebabkan oleh kualitas yang tidak dapat diandalkan. Jika
kualitasnya konsisten, maka JIT memperbolehkan perusahaan untuk mengurangi
seluruh biaya yang terkait dengan persediaaan.
6.
Konsep Taguchi
Sebagian besar masalah kualitas adalah hasil dari produk dan
proses rancangan yang buruk. Genichi Taguchi memberikan tiga konsep yang ditujukan
untuk memperbaiki produk maupun proses kualitas yaitu: kekuatan kualitas, kualitas
yang berorientasi sasaran, dan fungsi kehilangan kualitas.
Kekuatan kualitas (quality
robust) adalah produk yang dapat
dihasilkan secara seragam dan secara konsisten dalam bidang
manufacturing dan kondisi lingkungan.
Kualitas berorientasi
sasaran (target-oriented quality) adalah falsafah dari perbaikan terus
menerus untuk membawa produk tepat pada sasaran.
Fungsi kerugian kualitas (quality lost
function-QLF) adalah mencoba memperkirakan biaya penyimpangan dari nilai
target. Disebut juga fungsi matematis
yang mengidentifikasi seluruh biaya yang berkaitan dengan kualitas yang buruk
dan menunjukkan bagaimana biaya ini meningkat pada saat kualitas produk
bergeser dari apa yang diharapkan pelanggan.
Ide dari
Taguchi adalah untuk menghilangkan efek dari kondisi yang merugikan
ketimbang menghilangkan penyebabnya. Taguchi menyarankan bahwa menghilangkan
dampak akan lebih murah daripada menghilangkan penyebabnya dan lebih efektif dalam
menghasilkan produk yang kuat. Dengan cara ini, variasi yang kecil dalam
material dan proses tidak menghancurkan kualitas produk.


Komentar
Posting Komentar